Minggu, 13 November 2016

Tentang Pulau Tidung Part 2


Kawans... Ini masih tentang aku dan dia. #apppaaahhhh????

Bukan bukan bukaaaaaannnn.......!!!!!! Maksudnya, masih antara aku dan Pulau Tidung. Yup..!!! Di part 2 ini, aku akan ceritakan pengalaman 5 jam ku di Pulau Tidung yang....... kurang puas. Ya iyalah, pulau secantik ituh.. Harusnya aku melewatkan satu malam lagi di sana. #Nyeselmode:on. #Hikshiksss...

Awal mula aku bertanya pada si mbah Google tentang destinasi wisata di Kepulauan Seribu, aku dah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Pulau Tidung. Pertimbangannya karena letaknya lebih dekat dari Jakarta, tidak memakan waktu lama untuk sampai sana, dan Jembatan Cintanya itu loh... Mengajak aku untuk khilaf. #eh





Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil dihubungkan oleh Jembatan Cinta ituh...





Hiks.. Hiksss... Maafkan daku... Maafkanlah..... Hengpong jadulku mendadak ngadat waktu itu. #alasan... Penampakan full Jembatan Cinta aku ambilkan dari Mbah Google. (sumber: http://porosjakarta.com/uploads/content/2016-09/18/Merwyn/Pulau%20Tidung-Jembatan%20Cinta-04.jpg)










 


Pertama kali menginjakkan kaki di  dermaga, mataku dah gak bisa lepas dari cantiknya air laut. Duh duh duh... Warnanya itu loh. Cantik banget... Tetapi, tujuan utamaku kan ke Jembatan Cinta. Jadi, lupakan dulu airnya.

Ada dua cara untuk sampai Jembatan Cinta. Jalan kaki atau dengan menyewa sepeda. Banyak sekali penduduk yang menyewakan sepeda dengan harga yang bersahabat.  Akan tetapi, kalau mau jalan kaki juga tidak terlalu jauh juga kok.

Daaaannnn...... Aku lebih memilih untuk menyewa sepeda mengingat waktu ku yang terbatas juga. Bersepeda melewati perkampungan penduduk merupakan pengalaman tersendiri untukku. Kalau diingat-ingat, terakhir kali aku naik sepeda itu ketika SMP, kebut-kebutan dengan teman-teman sekolah dan berakhir di selokan. #uupppsss... #abaikan. 


Sebelum masuk ke area Jembatan Cinta, mata kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa cantiknya. Bersepeda ku ditemani oleh birunya laut.


Tidak sampai 3 menit, aku dah sampai ke area Jembatan Cinta. Jangan khawatir kawans, di sana sudah banyak fasilitasnya kok, seperti: area makan di bawah pohon yang rindang, kamar mandi umum, penginapan, bahkan tempat parkir sepeda.  Kalau kawans mau snorkel atau jetski, sudah ada jasa penyewaan yang siap membantu.

Dua jam pertama, aku habiskan dengan snorkel dan mengagumi keindahan bawah lautnya. Tinggal meminta bantuan kepada salah satu penyedia alat snorkel dan aku pun diantar ke spot yang memiliki pemandangan terumbu karang yang sangat cantik. Harganya??? Tenaaangggg..... Masih bersahabat kok.

Upppssss... Aku lupa. “Aku kan ga bisa berenang...”
“Jangan khawatir Neng, jaket keselamatan ini akan selalu melindungimu. Seperti dia yang selalu melindungi hapenya yang banyak rahasianya itu....”
“Whaaaattt...????” #uhhhhuuuukkkkk....

Sumpah... Snorkel di sini tidak sesadis yang aku bayangkan. Airnya birunya yang tenang, berpadu dengan langit yang juga biru. Ikan yang beraneka ragam, lincah bermain di antara terumbu karang. Indonesia itu indah kawans... Hahahaha....





Puas menikmati bawah lautnya, saatnya menjelajah ke Jembatan Cinta. Konon, kalau melewati Jembatan Cinta, bagi yang masih jomblo, akan segera mendapatkan cinta. Kalau yang lagi pacaran, bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Naaahhh.... Kalau yang sudah menikah???? Pasti cintanya akan semakin bertambah. Inget loh, yang bertambah cinta ke pasangan yang sudah sah, bukan nambah cinta yang lain. hahahaha....

Menurutku, spot di Jembatan Cinta ini sungguh instagramable dan preweedingable. Cocok banget buat pamer foto di instagram, dan dipamerin di undangan nikahan. #eh



Bang...Bang... Minggir dikit dunk... Hiihihihi... #abaikanabangnya. Instagramable kan??? Atau mungkin saja di antara kawans semua ada yang tertarik untuk preweeding di Jembatan Cinta ini?? Sayangnya aku dah pernah preweed, jadi ga mungkin dunk preweed ulang. Hahahaha...

Ternyata, ga perlu snorkel buat melihat ikan yang lagi lari-lari. Saat kita melongok dari atas jembatan pun kita bisa melihat ikan yang bergerombol, bermain di antara terumbu karang atau mungkin sebenarnya mereka lagi mau arisan. #garing ah.

Hal inipun yang membuat aku agak-agak menyesal, karena aku tidak terpikir untuk mencoba snorkel di bawah Jembatan Cinta. Padahal pemandangan bawah laut di sekitar Jembatan Cinta tidak akan mengecewakan.




Maafkan hengpong jadulnya. Jadi ikan-ikannya tidak terlalu terlihat seksi.

Di pertengahan jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil ini, terdapat sebuah tempat untuk beristirahat. Sungguh, kutemukan kedamaian yang berbeda di tempat itu. Sejauh mata memandang, hanyalah laut dan langit biru, angin yang membelai mesra dan suara air yang berbisik manja, serta ikan-ikan yang berlarian di bawah kakiku.




Rasanya, aku betah di tempat ini, tetapi perutku tidak. Duh perut, kenapa keroncongan sih? Kenapa enggak dangdutan aja coba. #aaarrggghhhh... Oleh karena itu, untuk tetap menjaga stabilitas mood, maka... Saatnya kita mencari pengganjal perut. Berhubung aku masih belum bisa move on dari laut yang biru, aku mencari tempat makan yang dekat dengan laut. Sekali lagi, jangan khawatir kawans... Harga makanan di sini masih bersahabat kok. Tidak terlalu berbeda jauh dengan harga makanan di Jakarta. Hehehehe....

Menikmati waktu yang tersisa di pulau ini, bersama cinta dan belaian alam. Berkeluh kesah terhadap semua beban, membagi berdua agar lebih ringan. Bercanda dan tertawa agar alam cemburu kepada kebahagiaan kita. Di Pulau Tidung, kutorehkan cerita yang membekas selamanya.

Lalu, kapan kawans akan membuat cerita di Pulau Tidung ini sepertiku???





Tidak ada komentar:

Posting Komentar