Kawans... Ini masih tentang aku dan dia. #apppaaahhhh????
Bukan bukan bukaaaaaannnn.......!!!!!! Maksudnya, masih
antara aku dan Pulau Tidung. Yup..!!! Di part 2 ini, aku akan ceritakan
pengalaman 5 jam ku di Pulau Tidung yang....... kurang puas. Ya iyalah, pulau
secantik ituh.. Harusnya aku melewatkan satu malam lagi di sana. #Nyeselmode:on.
#Hikshiksss...
Awal mula aku bertanya pada si mbah Google tentang destinasi
wisata di Kepulauan Seribu, aku dah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan
Pulau Tidung. Pertimbangannya karena letaknya lebih dekat dari Jakarta, tidak
memakan waktu lama untuk sampai sana, dan Jembatan Cintanya itu loh... Mengajak
aku untuk khilaf. #eh
Ini nih letak Pulau Tidung kawans. (sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSUZMGYxKFCRv_SmyOA6ZWdWv6hj08aMDwxm8QUgl3v38d6X4F2t3bYJtR-0HV6jonHpLrbo6LPjdWdUjwrLZYVAd1nOjDdRReYfxe9oaT146vBRPxhtuzjKK5Y1yt9VwJBu4d4YWOMAME/s1600/alamat-pulau-tidung.jpg)
Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil dihubungkan oleh
Jembatan Cinta ituh...
Hiks.. Hiksss... Maafkan daku... Maafkanlah..... Hengpong
jadulku mendadak ngadat waktu itu. #alasan... Penampakan full Jembatan Cinta
aku ambilkan dari Mbah Google. (sumber: http://porosjakarta.com/uploads/content/2016-09/18/Merwyn/Pulau%20Tidung-Jembatan%20Cinta-04.jpg)
Pertama kali menginjakkan kaki di dermaga, mataku dah gak bisa lepas dari
cantiknya air laut. Duh duh duh... Warnanya itu loh. Cantik banget... Tetapi,
tujuan utamaku kan ke Jembatan Cinta. Jadi, lupakan dulu airnya.
Ada dua cara untuk sampai Jembatan Cinta. Jalan kaki atau
dengan menyewa sepeda. Banyak sekali penduduk yang menyewakan sepeda dengan
harga yang bersahabat. Akan tetapi,
kalau mau jalan kaki juga tidak terlalu jauh juga kok.
Daaaannnn...... Aku lebih memilih untuk menyewa sepeda
mengingat waktu ku yang terbatas juga. Bersepeda melewati perkampungan penduduk
merupakan pengalaman tersendiri untukku. Kalau diingat-ingat, terakhir kali aku
naik sepeda itu ketika SMP, kebut-kebutan dengan teman-teman sekolah dan
berakhir di selokan. #uupppsss... #abaikan.
Sebelum
masuk ke area Jembatan Cinta, mata kita akan disuguhi pemandangan yang luar
biasa cantiknya. Bersepeda ku ditemani oleh birunya laut.
Tidak sampai 3 menit, aku dah sampai ke area Jembatan Cinta.
Jangan khawatir kawans, di sana sudah banyak fasilitasnya kok, seperti: area
makan di bawah pohon yang rindang, kamar mandi umum, penginapan, bahkan tempat
parkir sepeda. Kalau kawans mau snorkel
atau jetski, sudah ada jasa penyewaan yang siap membantu.
Dua jam pertama, aku habiskan dengan snorkel dan mengagumi
keindahan bawah lautnya. Tinggal meminta bantuan kepada salah satu penyedia
alat snorkel dan aku pun diantar ke spot yang memiliki pemandangan terumbu
karang yang sangat cantik. Harganya??? Tenaaangggg..... Masih bersahabat kok.
Upppssss... Aku lupa. “Aku kan ga bisa berenang...”
“Jangan khawatir Neng, jaket keselamatan ini akan selalu
melindungimu. Seperti dia yang selalu melindungi hapenya yang banyak rahasianya
itu....”
“Whaaaattt...????” #uhhhhuuuukkkkk....
Sumpah... Snorkel di sini tidak sesadis yang aku bayangkan.
Airnya birunya yang tenang, berpadu dengan langit yang juga biru. Ikan yang
beraneka ragam, lincah bermain di antara terumbu karang. Indonesia itu indah
kawans... Hahahaha....
Puas menikmati bawah lautnya, saatnya menjelajah ke Jembatan
Cinta. Konon, kalau melewati Jembatan Cinta, bagi yang masih jomblo, akan
segera mendapatkan cinta. Kalau yang lagi pacaran, bisa melanjutkan ke jenjang
yang lebih serius. Naaahhh.... Kalau yang sudah menikah???? Pasti cintanya akan
semakin bertambah. Inget loh, yang bertambah cinta ke pasangan yang sudah sah,
bukan nambah cinta yang lain. hahahaha....
Menurutku, spot di Jembatan Cinta ini sungguh instagramable
dan preweedingable. Cocok banget buat pamer foto di instagram, dan dipamerin di
undangan nikahan. #eh
Bang...Bang... Minggir dikit dunk... Hiihihihi... #abaikanabangnya.
Instagramable kan??? Atau mungkin saja di antara kawans semua ada yang tertarik
untuk preweeding di Jembatan Cinta ini?? Sayangnya aku dah pernah preweed, jadi
ga mungkin dunk preweed ulang. Hahahaha...
Ternyata, ga perlu snorkel buat melihat ikan yang lagi
lari-lari. Saat kita melongok dari atas jembatan pun kita bisa melihat ikan
yang bergerombol, bermain di antara terumbu karang atau mungkin sebenarnya
mereka lagi mau arisan. #garing ah.
Hal inipun yang membuat aku agak-agak menyesal, karena aku
tidak terpikir untuk mencoba snorkel di bawah Jembatan Cinta. Padahal pemandangan
bawah laut di sekitar Jembatan Cinta tidak akan mengecewakan.
Maafkan hengpong jadulnya. Jadi ikan-ikannya tidak terlalu
terlihat seksi.
Di pertengahan jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung
Besar dan Pulau Tidung Kecil ini, terdapat sebuah tempat untuk beristirahat.
Sungguh, kutemukan kedamaian yang berbeda di tempat itu. Sejauh mata memandang,
hanyalah laut dan langit biru, angin yang membelai mesra dan suara air yang
berbisik manja, serta ikan-ikan yang berlarian di bawah kakiku.
Rasanya, aku betah di tempat ini, tetapi perutku tidak. Duh
perut, kenapa keroncongan sih? Kenapa enggak dangdutan aja coba.
#aaarrggghhhh... Oleh karena itu, untuk tetap menjaga stabilitas mood, maka...
Saatnya kita mencari pengganjal perut. Berhubung aku masih belum bisa move on
dari laut yang biru, aku mencari tempat makan yang dekat dengan laut. Sekali
lagi, jangan khawatir kawans... Harga makanan di sini masih bersahabat kok.
Tidak terlalu berbeda jauh dengan harga makanan di Jakarta.
Hehehehe....
Menikmati waktu yang tersisa di pulau ini, bersama cinta dan
belaian alam. Berkeluh kesah terhadap semua beban, membagi berdua agar lebih
ringan. Bercanda dan tertawa agar alam cemburu kepada kebahagiaan kita. Di Pulau
Tidung, kutorehkan cerita yang membekas selamanya.
Lalu, kapan kawans akan membuat cerita di Pulau Tidung ini
sepertiku???



Tidak ada komentar:
Posting Komentar