Rabu, 09 November 2016

Tentang Pulau Tidung Part 1

“Indonesia itu indah kawans....”

Ahhhh... Tiap kali dengar jorgan itu, langsung mulai darah tinggi deh. Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sudah rindu wisuda, jangankan keliling Indonesia, mau ngrumpi ama tetangga kos aja keinget Kajian Teori belum beres... #Arrrggghhh.... Tapi kalau dipikir-pikir lagi, beberapa bulan ini kok peredaranku hanya kos dan kampus. Kalau enggak kuliah ya ke perpus. Hadddduuuuhhhh... monoton amat yak...!!!! Tapi, kajian teori tetep aja ga kelar... Oh My God...

Akhirnya.... Setelah melihat, menimbang, bertanya mbah Google dan bersemedi.... Maka, Jadilah yang terjadi, dan..... Tarrrrraaaaaaa...... Berbekal kenekatan, aku menjatuhkan pilihan untuk sejenak mengabaikan kajian teori dan membuat kenangan baru di Kepulauan Seribu, tepatnya sih di Pulau Tidung.

Perjuangan liburan ini diawali dengan berburu tiket kereta api, Jogjakarta-Jakarta. Alasan aku memilih kereta api karena anti macet (titik). Capek mah sama aja. Wkwkwkwk....
Setelah 8 jam perjalanan yang melelahkan dan membuat kaki bengkak, akhirnya ku menginjakkan kaki di ibukota tercinta, Jakarta.  Kibas-kibas kaki sebentar dan perjalanan pun dilanjutkan ke Pelabuhan Kali Adem Muara Angke.

Jakarta kan macet???? Enggaklah... Kan masih dini hari... #kucekmata

Benar-benar waktu yang tepat kawans. Sampai pelabuhan, adzan subuh belum berkumandang, dan belum banyak wisatawan lain yang datang. Buruanku adalah tiket penyeberangan ke Pulau Tidung dengan kapal cepat “Kerapu” yang disubsidi oleh Dinas Perhubungan. Namanya aja kapal cepat, Pelabuhan Kali Adem – Pulau Tidung hanya memakan waktu sekitar 2 jam saja. Bandingkan dengan kapal kayu yang bisa memakan waktu lebih dari 3 jam. *Adik mabuk laut Bang* #plaaaakkkkk....
Kapal cepat “Kerapu” ini mulai berangkat jam 08.00 WIB tetapi kalau musim liburan atau akhir pekan, tiketnya akan habis sebelum jam 07.00 WIB. Sehingga, ada baiknya untuk berkemah di pelabuhan. #eh.. Maksudnya antri lebih awal gitu. Hehehehe....

Ternyata, perjalanan ke pulau tidak seseram yang aku bayangkan. Good job for me yang ternyata tidak mabuk laut. Mas nahkodanya kereeennn.... Two thumbs up, Bang. Lagian, kapan lagi ada mas-mas ganteng yang ngingetin buat makai pelampung keselamatan. #Whaaattt????? Plisss deh, Pelampung keselamatan merupakan barang wajib ketika di laut kaya gini. Makanya wajar saja kalau mas-masnya ngingetin penumpang untuk memakai pelampung keselamatan. Kalau masih ada yang ngeyel ga mau makai, waaaahhhh.... Mungkin dia keturunan ikan duyung. Jadi ga bakal kelelep di air.
Sekitar jam 10an, aku sampai juga di Pulau Tidung. Berhubung aku tidak ada rencana buat nginep, maka, aku harus berburu tiket kapal ke Jakarta dulu. Setelah tanya sana tanya sini, ternyata ada dua alternatif untuk kembali ke Jakarta. Pertama dengan kapal kayu yang berangkat jam 11.00 WIB, dan kedua dengan kapal cepat Marina Ancol jam 15.00 WIB. Pilihanku tentu saja jatuh pada kapal cepat Marina Ancol. Walaupun harganya jauh lebih mahal, tetapi seenggaknya aku punya 5 jam untuk memuaskan diri di pulau yang cantik ini.

Tujuan pertamaku adalah melewati Jembatan Cinta bersama cintaku. #Upppsssss.... Katanya sih, kalau lewat Jembatan Cinta, yang belum punya pacar akan dapat pacar, yang udah punya pacar akan segera menikah. Kalau yang sudah menikah???? #embuh. Sumpah loh... Keren banget pemandangan laut dari tempat ini. Airnya tenang dan warnanya cantik... Ga sabar buat segera masuk ke air dan lihat pemandangan bawah airnya.

Waktu 5 jam di Pulau Tidung rasanya masih kurang. Tapi apalah daya, aku hanya mencuri waktu untuk liburan. Lagian, kapal cepat Marina Ancol sudah menunggu ku untuk kembali ke Jakarta. #Kepedean.. Aku ga nongol pun juga akan ditinggal keleus. Hahaha....  Namanya saja kapal cepat Marina Ancol, sehingga kita akan turun di Pelabuhan Ancol, bukan Pelabuhan Muara Angke seperti berangkat tadi. Keuntungannya sih, aku lebih dekat dari Stasiun Pasar Senen. Maklum aja deh, malamnya aku langsung kembali ke habitat asalku di Jogja Istimewa.

Nanti di Part 2 akan aku ceritakan tentang cantiknya Pulau Tidung. Tapi di Part 1 ini, aku mau kasih tau rincian biaya yang aku keluarkan untuk liburan nekatku kali ini (untuk satu orang dan belum termasuk makan dan souvenir ya!)

Tiket kereta api Jogjakarta – Jakarta (ekonomi)  : Rp  145.000,00 (Gajahwong)
Kapal cepat Kerapu                                              : Rp    55.000,00
Sewa sepeda                                                         : Rp    15.000,00
Kapal Cepat Marina Ancol                                   : Rp  150.000,00
Tiket kereta api Jakarta – Jogjakarta (ekonomi)   : Rp  125.000,00 (Progo)
Lain-lain                                                                : Rp    50.000,00                                                
Total biaya (belum termasuk makan)                    : Rp 540.000,00
Sssssttttt.... Rahasia nih. Sebenarnya, biar lebih puas dan lebih hemat. Akan lebih seru kalau datangnya rombongan dan menginap, karena penginapan dengan kapasitas sampai 8 orang, hanya berkisar 350rb – 400rb. Berarti sekitar 50rb per orang per malam. Keesokan paginya, kembali ke Jakarta dengan kapal cepat Kerapu juga yang seharga 55rb. Sehingga malah bisa berhemat 45rb bila dibandingkan tidak menginap dan kembali dengan kapal cepat Marina Ancol. Bonusnya kalau menginap tentunya sunset dan sunrise di ujung Pulau Tidung.

Lalu...???? Kapan Abang ajak Adik nginep di Pulau Tidung, Bang?

3 komentar:

  1. jembatan cinta nya mana...?kok gak da gambarnya...?wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Part 1 cuma bercerita tentang perjuanganku saja bang. Part 2 cerita lengkapku di sana.
      Yuuukkkk... Satu kelas ke sana aja.
      Habis dari Tangerang (Pak Imi) terus ke Pulau Tidung. Hahahaha....

      Hapus