“Indonesia itu indah kawans....”
Ahhhh... Tiap kali dengar jorgan
itu, langsung mulai darah tinggi deh. Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang
sudah rindu wisuda, jangankan keliling Indonesia, mau ngrumpi ama tetangga kos
aja keinget Kajian Teori belum beres... #Arrrggghhh.... Tapi kalau dipikir-pikir
lagi, beberapa bulan ini kok peredaranku hanya kos dan kampus. Kalau enggak
kuliah ya ke perpus. Hadddduuuuhhhh... monoton amat yak...!!!! Tapi, kajian
teori tetep aja ga kelar... Oh My God...
Akhirnya.... Setelah melihat, menimbang, bertanya mbah Google
dan bersemedi.... Maka, Jadilah yang terjadi, dan..... Tarrrrraaaaaaa...... Berbekal
kenekatan, aku menjatuhkan pilihan untuk sejenak mengabaikan kajian teori dan membuat
kenangan baru di Kepulauan Seribu, tepatnya sih di Pulau Tidung.
Perjuangan liburan ini diawali dengan berburu tiket kereta
api, Jogjakarta-Jakarta. Alasan aku memilih kereta api karena anti macet
(titik). Capek mah sama aja. Wkwkwkwk....
Setelah 8 jam perjalanan yang melelahkan dan membuat kaki
bengkak, akhirnya ku menginjakkan kaki di ibukota tercinta, Jakarta. Kibas-kibas kaki sebentar dan perjalanan pun
dilanjutkan ke Pelabuhan Kali Adem Muara Angke.
Jakarta kan macet???? Enggaklah... Kan masih dini hari...
#kucekmata
Benar-benar waktu yang tepat kawans. Sampai pelabuhan, adzan
subuh belum berkumandang, dan belum banyak wisatawan lain yang datang. Buruanku
adalah tiket penyeberangan ke Pulau Tidung dengan kapal cepat “Kerapu” yang
disubsidi oleh Dinas Perhubungan. Namanya aja kapal cepat, Pelabuhan Kali Adem –
Pulau Tidung hanya memakan waktu sekitar 2 jam saja. Bandingkan dengan kapal
kayu yang bisa memakan waktu lebih dari 3 jam. *Adik mabuk laut Bang*
#plaaaakkkkk....
Kapal cepat “Kerapu” ini mulai berangkat jam 08.00 WIB
tetapi kalau musim liburan atau akhir pekan, tiketnya akan habis sebelum jam
07.00 WIB. Sehingga, ada baiknya untuk berkemah di pelabuhan. #eh.. Maksudnya antri
lebih awal gitu. Hehehehe....
Ternyata, perjalanan ke pulau tidak seseram yang aku
bayangkan. Good job for me yang ternyata tidak mabuk laut. Mas nahkodanya
kereeennn.... Two thumbs up, Bang. Lagian, kapan lagi ada mas-mas ganteng yang
ngingetin buat makai pelampung keselamatan. #Whaaattt????? Plisss deh, Pelampung
keselamatan merupakan barang wajib ketika di laut kaya gini. Makanya wajar saja
kalau mas-masnya ngingetin penumpang untuk memakai pelampung keselamatan. Kalau
masih ada yang ngeyel ga mau makai, waaaahhhh.... Mungkin dia keturunan ikan
duyung. Jadi ga bakal kelelep di air.
Sekitar jam 10an, aku sampai juga di Pulau Tidung. Berhubung
aku tidak ada rencana buat nginep, maka, aku harus berburu tiket kapal ke Jakarta
dulu. Setelah tanya sana tanya sini, ternyata ada dua alternatif untuk kembali
ke Jakarta. Pertama dengan kapal kayu yang berangkat jam 11.00 WIB, dan kedua
dengan kapal cepat Marina Ancol jam 15.00 WIB. Pilihanku tentu saja jatuh pada
kapal cepat Marina Ancol. Walaupun harganya jauh lebih mahal, tetapi seenggaknya
aku punya 5 jam untuk memuaskan diri di pulau yang cantik ini.
Tujuan pertamaku adalah melewati Jembatan Cinta bersama
cintaku. #Upppsssss.... Katanya sih, kalau lewat Jembatan Cinta, yang belum
punya pacar akan dapat pacar, yang udah punya pacar akan segera menikah. Kalau
yang sudah menikah???? #embuh. Sumpah loh... Keren banget pemandangan laut dari
tempat ini. Airnya tenang dan warnanya cantik... Ga sabar buat segera masuk ke
air dan lihat pemandangan bawah airnya.
Waktu 5 jam di Pulau Tidung rasanya masih kurang. Tapi apalah
daya, aku hanya mencuri waktu untuk liburan. Lagian, kapal cepat Marina Ancol
sudah menunggu ku untuk kembali ke Jakarta. #Kepedean.. Aku ga nongol pun juga
akan ditinggal keleus. Hahaha.... Namanya
saja kapal cepat Marina Ancol, sehingga kita akan turun di Pelabuhan Ancol,
bukan Pelabuhan Muara Angke seperti berangkat tadi. Keuntungannya sih, aku
lebih dekat dari Stasiun Pasar Senen. Maklum aja deh, malamnya aku langsung
kembali ke habitat asalku di Jogja Istimewa.
Nanti di Part 2 akan aku ceritakan tentang cantiknya Pulau
Tidung. Tapi di Part 1 ini, aku mau kasih tau rincian biaya yang aku keluarkan
untuk liburan nekatku kali ini (untuk satu orang dan belum termasuk makan dan
souvenir ya!)
Tiket kereta api Jogjakarta – Jakarta (ekonomi) : Rp 145.000,00
(Gajahwong)
Kapal cepat Kerapu : Rp 55.000,00
Sewa sepeda :
Rp 15.000,00
Kapal Cepat Marina Ancol :
Rp 150.000,00
Tiket kereta api Jakarta – Jogjakarta (ekonomi) : Rp 125.000,00
(Progo)
Lain-lain :
Rp 50.000,00
Total biaya (belum termasuk makan) : Rp 540.000,00
Sssssttttt.... Rahasia nih. Sebenarnya, biar lebih puas dan
lebih hemat. Akan lebih seru kalau datangnya rombongan dan menginap, karena
penginapan dengan kapasitas sampai 8 orang, hanya berkisar 350rb – 400rb. Berarti
sekitar 50rb per orang per malam. Keesokan paginya, kembali ke Jakarta dengan
kapal cepat Kerapu juga yang seharga 55rb. Sehingga malah bisa berhemat 45rb
bila dibandingkan tidak menginap dan kembali dengan kapal cepat Marina Ancol. Bonusnya
kalau menginap tentunya sunset dan sunrise di ujung Pulau Tidung.
Lalu...???? Kapan Abang ajak Adik nginep di Pulau Tidung,
Bang?
bagus...mantap..luar biasa,,,
BalasHapusjembatan cinta nya mana...?kok gak da gambarnya...?wkwkwk
BalasHapusPart 1 cuma bercerita tentang perjuanganku saja bang. Part 2 cerita lengkapku di sana.
HapusYuuukkkk... Satu kelas ke sana aja.
Habis dari Tangerang (Pak Imi) terus ke Pulau Tidung. Hahahaha....