Senin, 14 November 2016

Tentang All I Ask - Adele

Sebenernya, aku bukanlah sesosok manusia yang senang bernyanyi. #haaalllaaahhhh.... Maksudku, sebagai seorang perempuan, aku ditakdirkan untuk memiliki suara yang “menggemparkan” ketika bernyanyi. Ya.. Sebelas duabelas dengan suara Giant di serial Doraemon mungkin. Sehingga lebih baik aku tak bernyanyi. Hehehehe....

Mungkin juga nenekku di surga sana akan bertanya-tanya. Sekalipun masih memiliki garis keturunan sinden, toh suara nenekku yang asli “nJawani” sama sekali tidak menurun ke aku. Hiksss... Hiksss... Hal ini pulalah yang membuat aku lebih baik menjadi suporter sepakbola daripada harus bernyanyi di muka umum. Aku hanya takut, acara langsung bubar seketika gegara aku bernyanyi. Jangankan bernyanyi, bicara aja aku sering fals. #eh.

Walaupun begitu, aku tetap memposisikan diriku sebagai penikmat musik yang baik. Hanya penikmat loh.. Menikmati versiku. Asli.... Aku ga ngerti juga suara yang bagus sama yang kurang bagus seperti apa, suara yang fals sama yang dibikin fals seperti apa. Aku hanya menikmati musik sesuai dengan kemauan telingaku. Seringkali, sesuai dengan kemauan hatiku. Hahaha....

Berbicara mengenai menikmati musik versiku, beberapa minggu yang lalu, aku dibikin baper sama Mbak Adele. Kenapa ceritanya baru sekarang???? Baru sempat (titik). Hahahaha....

Bukan rahasia lagi kalau Mbak Adele memang memiliki suara yang menggelegar. Nada tingginya itu loh... Seksi banget. Beberapa tahun lalu pun si mbak pernah menggegerkan kancah pernyenyongan dunia dengan single “Someone Like You”. Mulai dari anak-anak SMP, anak muda, orang tua sampai mas-mas yang ngamen di bis umum pun tak ketinggalan menyanyikan lagu tersebut. Atau lagu  “Hello” yang rilis tahun lalu pun nyatanya sukses buat para mantan nangis kejer dan jejeritan pengen balikan. #aaiisssshhhh.....

Daaannn... Lagu yang bikin aku baper beberapa minggu yang lalu ialah hasil kolaborasi antara Bruno Mars dan Adele di Album 25. Yuuuppp.... Apalagi kalau bukan lagu yang berjudul “All I Ask”.  Bruno Mars menjadi sosok penting di balik All I Ask selain Mbak Adele nya sendiri, Brody Brown dan Philip Lawrence. Duuuhhh... Mas Bruno, emang dikau paling pinter deh ngiris-iris hati perempuan. Janganlah kau cincang hati adek bang... Sudah cukup kau siksa adek dengan “It Will Rain” #tsssaaaahhh...

Kemampuan Bruno Mars dalam mengobrak abrik hati perempuan dengan permainan katanya yang elegan memang sudah terbukti dan teruji. Sedangkan suara seksi nya Adele selalu sukses memberikan nyawa pada lagu-lagu mellow. Otomatis, kolaborasi mereka berdua di lagu All I Ask ini mampu menambah populasi baperian di Indonesia. Sekali lagi, ini tentang  menikmati musik versiku loh, dan bisa saja berbeda dengan menikmati musik versimu. Kalau lagi pas dengan suasana hati, kawans bisa ikut merasakan emosi penyanyinya, tapi kalau lagi gak pas, ya jatuhnya menguap dan ngantuk... Alunan musiknya cocok buat pengantar tidur.

All I Ask tidak jauh-jauh dengan cerita tentang patah hati. Yup... Lagu ini menceritakan tentang pasangan yang berada di ambang perpisahan. Alih-alih untuk saling berteriak dan mengungkapkan emosi, mereka memilih untuk  saling diam. Apapun yang dilakukan tidak akan mengubah keputusan untuk berpisah. Walaupun pada akhirnya, mereka berdua sepakat untuk mengambil pelajaran dari perpisahan ini. Cerita cinta yang telah dilalui akan dijadikan pengalaman dan jalan untuk saling mengingat satu sama lain.

Menurutku, saat terbaper adalah bagian pertengahan lagu, atau reff. Pada bagian ini, Adele mampu mencurahkan segala emosi dan rasa sakitnya. Rasa-rasanya, bagi kawans yang tengah dilanda keputusasaan dalam hubungan percintaanya tidak akan bisa menahan emosi di bagian ini.
Biar tidak penasaran, aku tuliskan lirik lagunya.

Maafkan daku... Kalau ada penulisan dan terjemahan yang tidak pas. Masih berjuang agar lulus TOEFL ini. Hikksss.... Hiiikkssss.....


Adele – All I Ask


I will leave my heart at the door
I won't say a word
They've all been said before, you know
So why don't we just play pretend
Like we're not scared of what is coming next
Or scared of having nothing left

Akan kutingalkan hatiku di pintu
Aku tak kan katakan satu katapun
Mereka semua telah mengatakan sebelumnya
Jadi mengapa kita tak berpura-pura saja
Seperti kita tak takut apapun yang akan terjadi selanjutnya
Atau takut tak miliki apapun lagi


Now, don't get me wrong
I know there is no tomorrow
All I ask is

Sekarang, jangan salah paham
Aku tahu tak ada hari esok
Semua yang kuminta adalah


If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

 Jika inilah malam terakhirku bersamamu
Peluk aku seperti aku lebih dari sekedar teman
Beri aku kenangan yang bisa kukenang
Pegang tanganku selagi kita masih saling mencinta
sangat penting bagaimana semua ini berakhir
Karena bagaimana jika aku tak pernah mencintai lagi?


I don't need your honesty
It's already in your eyes
And I'm sure my eyes, they speak for me
No one knows me like you do
And since you're the only one that matters
Tell me who do I run to?

Aku tak butuh kejujuranmu
Hal itu sudah tampak di matamu
dan aku yakin dengan penglihatanku,  mereka berbicara untuk ku
Tak ada yang tahu diriku ku, seperti yang kau lakukan
Dan semenjak kau menjadi satu-satunya yang penting,
katakan padaku siapa yang harus aku tuju?


Now, don't get me wrong
I know there is no tomorrow
All I ask is

Sekarang, jangan salah paham
Aku tahu tak ada hari esok
Semua yang kuminta adalah


If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

Jika inilah malam terakhirku bersamamu
Peluk aku seperti aku lebih dari sekedar teman
Beri aku kenangan yang bisa kukenang
Pegang tanganku selagi kita masih saling mencinta
sangat penting bagaimana semua ini berakhir
Karena bagaimana jika aku tak pernah mencintai lagi?


Let this be our lesson in love
Let this be the way we remember us
I don't wanna be cruel or vicious
And I ain't asking for forgiveness
All I ask is

Biarlah ini menjadi pelajaran cinta kita
Biarlah ini menjadi cara kita saling menginat
Aku tak ingin menjadi kejam atau jahat
Dan aku tak meminta pengampunan
Semua yang kuminta adalah


If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

Jika inilah malam terakhirku bersamamu
Peluk aku seperti aku lebih dari sekedar teman 
Beri aku kenangan yang bisa kukenang
Pegang tanganku selagi kita masih saling mencinta
sangat penting bagaimana semua ini berakhir
Karena bagaimana jika aku tak pernah mencintai lagi?


Bagaimana?
Masih kurang baper dan jejeritan??
Masih ada video yang bisa diceki-ceki di bawah ini.




Kawans.... Baper itu boleh saja. Tapi, jangan miara baper juga. Nanti bapernya beranak pinak. Hidup itu ke depan bukan ke belakang. Tinggalkan saja yang membuat sakit, dan pertahankan yang membuat bahagia. Kata orang sih kaya gitu...

Lalu... Sampai kapan kawan mau baper terus? Aku mah ogah... :P



Tidak ada komentar:

Posting Komentar