Rabu, 01 November 2017

Tentang Yudisiumku di Universitas Negeri Yogyakarta Part 1

Aduuuhhhh... Berdebu banget ini blog.. Ternyata sudah hampir setahun saya meninggalkan kenangan di tempat ini. #Hallaaahhh....
Oke.. Sekarang saya tahu. Membuat tugas akhir tidak semudah yang dibayangkan. Perlu menguras tenaga, emosi, jiwa, raga, dan tentunya biaya untuk menamatkan sebendel kertas yang kemudian dijilid dan dinamai dengan “Tesis”. Tetapi saya beruntung, Alhamdulillah... Semuanya tepat pada waktunya.
Iya sih, memang saya belum wisuda tetapi, yudisium sudah terlewati. Status saya pun berubah dari mahasiswa menjadi pengangguran. Berhubung menjadi pengangguran, hasrat bercerita mulai membara.
Jadi, setahun belakangan ini, saya mulai menyusun Tesis sebagai tugas akhir. Walaupun sudah tua (dibaca: remaja) #kagamaudibilangtua, Alhamdulillah, saya masih diberikan kesempatan untuk menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Saya tercatat sebagai mahasiswa Program Pascasarjana pada Prodi Manajemen Pendidikan. Alhamdulillah juga.. Perjuangan yang diawali pada November 2015 bisa berakhir tepat waktu di Oktober 2017. Ijazah diserahterimakan nanti pada November 2017.
Sama seperti waktu penyusunan Skripsi di jenjang S1, penyusunan tesis juga sama ribetnya. Ribet menunggu dosen pembimbing, ribet mencari kajian teori yang pas, ribet membuat revisi. Duh... Rasanya sakit tapi tak berdarah.
Baiklah.. Saya akan bercerita tentang alur dan proses saat saya menyusun Tesis sampai dengan pendaftaran sidang tesis di Program Pascasarjanan Universitas Negeri Yogyakarta. Nanti part 2 akan saya lanjutkan cerita tentang proses setelah sidang tesis sampai dengan pendaftaran yudisium. Panjaaaaaaannngggg sekali langkahnya sehingga harus dibuat dalam dua part. #siapkan kopi #siapkanbatakobakar
Ceritaku ini aku tulis pada November 2017. Namanya birokrasi, regulasi ini bisa berubah kapan saja sesuai dengan kebutuhan.

1.    Bimbingan
Bimbingan itu manis-manis asem pahit. Manis kalau ide langsung disetujui oleh dosen pembimbing. Asem kalau hasil kerja keras revisi masih perlu direvisi lagi, dan pahit kalau nungguin dosen pembimbing empat jam tetapi bimbingannya cuma empat menit. Lebih parah lagi kalau ternyata susah mencari dosen pembimbing karena beliau sedang bertugas di luar kota. Dijamin perut akan pusing, kepala mules. #eh #kebalik.
Setelah perjuangan hampir enam bulan, akhirnya... ada senyum cerah ceria juga di muka. Dosen pembimbing memberikan ACC. Oke.. Let’s start another step.

2.    Reviewer
Tahap selanjutnya setelah dosen pembimbing memberikan ACC, maka saya harus mengajukan SK Reviewer. SK Reviewer dibuat di Sekretaris Direktur di lantai 3 Gedung PPs Baru. SK Reviewer dibuat paling tidak dalam waktu tiga hari.
Setelah dapat SK Reviewer, langkah selanjutnya adalah menghadap ke reviewer untuk memberikan review terhadap tesis kita. Kebetulan, reviewer saya waktu itu adalah Dr. Wiwik Wijayanti, M.Pd. yang notabene dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Walhasil, saya harus keluyuran di FIP. Sesuatu yang asing karena selama ini saya Cuma beredar di PPs, Perpus dan Core UNY. Hahaha...
Seminggu kemudian, Tesis telah selesai di review. Akan tetapi ternyata saya perlu menambahkan sumber buku asing dan jurnal asing untuk menguatkan kajian teori saya. Oke deh.. Langsung cusssss mencari es tebu buat mendinginkan pikiran. Dah terbayang harus lembur lagi deh berselancar di dunia maya (katanya) untuk menambah daftar pustaka.
Selesai revisi, minta pengesahan reviewer kemudian dilanjutkan pengesahan ke dosen pembimbing. Jreng.. jreng.. Siap untuk mendaftarkan sidang tesis.

3.    Bimbingan Abstrak
Sambil minta review tesis dari reviewer, ada baiknya untuk menyerahkan abstrak pada bagian layanan bahasa. Jadi nanti akan ada dosen yang mereview abstrak kita. Maklum, tidak semua  mahasiswa mampu menulis abstrak dalam Bahasa Inggris dengan sempurna.
Saat menyerahkan abstrak, abstrak Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris wajib ditulis dengan spasi 2. Kalau sudah benar, maka reviewer akan memberikan paraf pada abstrak yang dibuat. Biasanya sih, butuh waktu 2-3 hari dalam mereview abstrak.

4.    Bukti lunas SPP
Saat awal semester pasti membayar SPP nih. Slip ini jangan sampai hilang. Slip pembayaran digunakan untuk membuat bukti lunas SPP. Pengurusan bukti ini dilakukan di Bagian Keuangan lantai 1 Gedung PPs Baru. Tenang... Cuma butuh waktu 5 menit saja kok untuk meminta bukti ini.

5.    Semua nilai mata kuliah sudah keluar.
Buka Siakad dan periksa lagi. Pastikan semua nilai mata kuliah sudah keluar. Lengkapnya nilai mata kuliah menjadi syarat wajib dalam mendaftar sidang tesis.

6.    Bebas Plagiasi
Nah.. Regulasi tentang bebas plagiasi baru banget diterapkannya, yaitu mulai bulan September 2017 kemarin. Intinya sih, kita harus mengupload tesis kita ke Turnitin untuk mengetahui tingkat plagiasi dalam tesis kita. Oh iya, maksimal plagiasi adalah 20%. Sehingga, bagi tesis yang plagiasi lebih dari 20% wajib untuk edit lagi agar bisa dapat surat bebas plagiasi. Pengambilan ID dan Password Turnitin atau Surat Bebas Plagiasi ada di bagian Sekdir Lantai 3 Gedung PPs Baru.

7.    Minta tanda tangan Asdir atau Dir untuk persetujuan ujian
Tesis yang sudah siap, abstrak yang sudah ditandatangani oleh reviever, KRS semester 4, bukti dari reviewer, bukti bebas SPP, dan bukti bebas plagiasi dibawa ke sekdir lantai 3 Gedung PPs baru. Tujuannya tentu saja minta tanda tangan dari direktur sebagai salah satu syarat untuk mendaftarkan ujian. Sabaaaarrrr..... Kemungkinan proses ini memakan waktu 2-3 hari bahkan lebih apabila direktur kebetulan tidak ada di tempat.

8.    Mendaftar ujian
Tesis yang sudah ditandatangani oleh Direktur kemudian digandakan rangkap 4 dan jilid dengan warna khas PPs UNY. Merah... Meriah euy. Hihihi... Selanjutnya, kita mendaftar ujian atau sidang tesis di bagian Akademik. Letaknya di basement gedung PPs baru. Tentu saja, penyerahan tesis ini tidak bisa sendirian, mesti ditemani dengan syarat lain, yaitu: abstrak yang sudah ditandatangani oleh reviever, KRS semester 4, bukti dari reviewer, bukti bebas SPP, bukti bebas plagiasi, dan buku bimbingan.
Nanti kita akan dapat bukti pendaftaran ujian. Waktunya sidang akan diberitahukan lebih lanjut lewat telepon maupun SMS yang dikirimkan oleh bagian akademik. Biasanya sih, perlu dag dig dug seminggu sampai mendapatkan jadwal ujian.


Panjang ya? Ribet ya? Ga usah dipikirin, tapi dijalani. Nanti kelar juga kok, yang penting jangan lupa segelas kopi untuk mengawali hari. Hahahaha...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar